Postingan

Saudaraku Rayhan

Saat SMA aku terbilang anak yang paling bandel, urakan, dan susah di atur. Bukan prestasi yang ku ukir, tapi kasus demi kasus yang selalu aku ciptakan di sekolah. Dari mulai menjahili teman, melawan guru, bolos, sampai jadi penyebab tawuran. Jangankan dapat nilai bagus, rutin masuk sekolah dalam satu minggu pun, itu sudah sangat ajaib bagiku. Karena ulah ku itu ayah dan ibu selalu mendapat panggilan dari kepala sekolah. Pada jam istirahat aku dan teman-teman sedang berkumpul di kantin. Tiba-tiba datanglah si Ocol sambil memegangi sebelah pipinya yang tampak memar. Dia bilang kalau dirinya habis dipalak anak SMA seberang. Walau sempat Ocol mencegah, aku tetap bergegas menceritakan kejadian itu kepada senior ku kelas 2. Ya, bisa dibilang sebagai pentolan sekolah. Memang sebelumnya banyak perselisihan kami dengan siswa SMA sebrang itu. Mendengar ceritaku, senior ku pun marah besar.  Hari berikutnya terjadilah tawuran antara sekolah ku dengan SMA seberang. Tentu saja aku ikut di d...

Ini budaya aku, bukan punya kamu!!!

23 Oktober 2012 pukul 9:28  Kebudayaan adalah identitas suatu negara dan juga karakteristik yang membedakan antara satu negara dengan negara lain. Namun, karena perbedaan itu kita dituntut untuk belajar bagaimana kita bisa bersatu dengan sesuatu yang membedakan kita. Seperti halnya orang indonesia yang mempelajari tarian jepang ataupun menyukai makanan khas jepang bahkan sampai ingin tahu bagaimana cara membuat makanan itu. Pengetahuan kita akan bertambah luas dengan adanya perbedaan-perbedaan itu dan kita dapat bersosialisasi dengan orang yang berbeda ras dengan kita. Namun, bagaimana jika kebudayaan kita itu diakui oleh bangsa lain? Tentu saja bagi yang masih memiliki rasa nasionalisme pasti akan merasa tidak terima jika kebudayaan kita sampai di akui oleh  bangsa lain, bukan?. Dan inilah yang saya ingin tuangkan dalam tulisan ini.  Saya sempat terkejut apa yang saya temukan ketika menonton drama korea yang berjudul  "miss. Panda and mr. Hedgehog" yan...
Aku dan kamu di Januari Sore yang agak mendung. Terduduk Farah ditangga loby fakultasnya sambil termenung, entah apa yang difikirkannya saat itu. yang pasti imajinasi yang sedang berputar-putar diotakknya itu membuatnya sesekali tersenyum dan sesekali menampakkan wajah kekecewaan. Baru 5 menit dia duduk ditempat itu tampaknya dia semakin menikmati memory yang tiba-tiba teringat kembali. Bukan sekedar memory, bahkan itu bisa menjadi sebuah kenangan. Entah itu kenangan indah atau atau malah kenangan buruk.tapi setidaknya itu kenangan yang tidak mudah untuk ia lupakan. Masa-masa yang menurutnya indah namun sedikit agak mengecewakan. Berlari-lari sambil tertawa bersama teman-teman, bermain apapun yang ia suka. Masa kecil memang sungguh menyenangkan. Dimana kita bisa bebas meminta sesuatu tanpa perduli larangan orang tua. Bebas bermain, mengekspresikan dengan mudah semua semua perasaan dan keinginan. Begitu pun dengan cinta. Walaupun begitu awal perasaan itu muncul, tapi cinta monyet sej...

Goresan malam

Aku di sini bersama sepi, melawan hari yang hampir mati berandai-andai menata mimpi, berusaha mengukir indahnya pelangi di atas langit yang biru nan suci. berlari mengejar inspirasi, berharap dapat apa yang ku nanti kan ku tulis suara hati, di atas kertas yang tak terkotori wahai Ilahi, yang berkuasa atas diri ini bantu aku melawan sepi lepaskan aku dari rasa ingin mati karena aku punya mimpi, agar berguna setelah aku mati karena aku ingin meraih mimpi, yang tergantung indah di langit yang berseri.....

Tatapan itu

       Tatapan itu nyata saat rasa itu belum singgah Tatapan itu berenang dilautan hatiku berusaha untukku dekap sampai akhirnya kau ada dihatiku…. Kau tak tahu apa yang kamu rasakan Kisah yang indahpun telah kau bawa kepadaku, Menghampiri dan mampu menyunggingkan senyumku Hingga aku yakin kamulah satu-satunya… Saat itu seakan ku terbang tinggi,tinggi dan tinggi … Bermain bersama putihnya awan,,, aku senang,,, Tetapi setelah kamu puas, kau hempaskan aku sampai mati Aku tak tahu apa maksudmu Kini ku terdiam, ternyata tatapanmu itu buat aku mati.. Dan aku sadar kau bukanlah pangeranku…..